Tuesday, March 26, 2013

Teori Terjadinya Penyakit

Readers..
di kesempatan kali ini penulis bukan ingin curhat lagi, melainkan akan sedikit memaparkan suatu pengetahuan yang berhubungan dengan profesi penulis sebagai mahasiswa di bidang kesehatan. Ilmu yang akan dipaparkan adalah sumber terpercaya.

Penyakit pada populasi manusia tidak terjadi dan tersebar begitu saja secara acak dan penyakit pada manusia sesungguhnya mempunyai faktor penyebab dan faktor pencegahan yang dapat diidentifikasi melalui penelitian/pengamatan secara sistematik pada populasi, tempat, dan waktu.

Teori Terjadinya Penyakit Menurut Tokoh Epidemiologi

Generasi Pertama
Pada generasi pertama yang dipelopori oleh Hippocrates (bapak kedokteran modern) yang dianggap sebagai epidemiologis yang pertama. Beliau berpendapat bahwa penyakit terjadi karena adanya kontak dengan jasad hidup yang tidak terlihat oleh mata dan penyakit berkaitan dengan lingkungan eksternal dan internal. Ia juga menduga adanya hubungan antara berbagai penyakit dan faktor tempat tinggal, geografis, kondisi air, iklim, kebiasaan makan yang mempengaruhi keseimbangan cairan tubuh. Ia memperkenalkan istilah epidemik dan endemik.

Tokoh berikutnya adalah Galen, seorang ahli bedah Romawi, yang dianggap sebagai bapak fisiologi eksperimental. Ia mengelaborasi teori Hippocrates dan berpendapat bahwa cara hidup dan kondisi cairan tubuh diduga berhubungan dan mempengaruhi kesehatan serta timbulnya penyakit.

Thomas Sydenham (1624-1689), dianggap Hippocrates-nya orang Inggris dan dianggap sebagai bapak epidemiologi Inggris meskipun ternyata kesimpulannya hanya sedikit berkontribusi terhadap pengertian yang benar tentang konsep penyebab penyakit. Thomas menghubungkan terjadinya penyakit dengan udara, air, dan tempat.

Noah Webster (1758-1843), seorang epidemiologis Amerika yang terkenal. Ia berpendapat bahwa wabah berkaitan dengan faktor lingkungan tertentu.

Konsep Contagion Germ
Zaman ini merupakan era keemasan teori kuman. Para ilmuwan berhasil membuktikan mikroba sebagai etiologi (penyebab). Penemuan kuman ini tidak terlepas dengan penemuan mikroskop oleh Antonio Lawenhock sehingga para ilmuwan berlomba melakukan penelitian tentang penyakit yang disebabkan oleh mikroba.

Hieronymous Fracastorius (1478-1553), adalah seorang dokter dan sastrawan dari Italia yang mempopulerkan teori konsep kuman tersebut. Ia berpendapat bahwa penyakit ditularkan dari orang ke orang melalui partikel kecil yang tidak dapat dilihat.

Igmatz Semmelwe (1818-1865), seorang ahli kandungan dari Hungaria yang menunjukkan bahwa demam "child bed fever" dapat dikurangi jika dokter yang menolong persalinan membasuh tangannya. Ahli kandungan ini sangat gusar melihat kejadian demam kuning ini baik pada anak atau ibunya yang menyebabkan kematian. Setelah diamati, dokter ini menarik kesimpulan bahwa dokter-dokter yang setelah melakukan autopsi mayat apabila melakukan pertolongan persalinan jarang melakukan cuci tangan sehingga kuman menular ke ibu dan bayi yang ditolongnya pada saat persalinan (infeksi nosokomial).

Epidemiologi Klasik
John Snow (1813-1858), terkenal sebagai bapak epidemiologi lapangan, karena hasil penelusuran atau investigasinya mengenai penyebab kematian yang disebabkan oleh muntah-berak dan berhasil menyusun postulat bahwa kolera ditularkan melalui air yang tercemar. Metode investigasinya merupakan landasan langkah investigasi wabah.


Sumber Penulisan:



 




0 comment:

t h i s i s c a l l e d f r i e n d s